Problematika kata memukul dan mempukul

Seiring perkembangan zaman sekarang ini banyak sekali orang yang salah dalam menyebutkan kata baku dengan benar. Dan juga banyak orang yang salah dalam memberi imbuhan pada kata baku tersebut. Perbedaan penyebutan ini juga di karenakan berbedanya pendapat seseorang dan sering mendengar orang berbicara dengan kata imbuhan yang tidak benar.

Dalam artikel ini saya akan membahas tentang problematika kata memukul dengan mempukul, karna saya sering mendengar orang yang keliru dalam menyebutkan kata tersebut. Masih banyak orang berkata kalau yang benar yaitu kata mempukul. Saya pernah mendengar seseorang yang sedang bercerita kepada teman nya seperti "kemarin si a mempukul si b". Sebenarnya kata mempukul tersebut kurang tepat untuk diucapkan.

Imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama, imbuhan juga  bisa terdapat di awalan (prefiks), sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran (konfiks) kata yang ditulis dengan serangkai bentuk kata dasarnya. 

Contoh kata dasar imbuhan yaitu: 1. Jika berada di awalan (prefiks), contohnya ter-, pe-, se-, ke-, ber-, men-, di-, pen-, dan per-; 2.  Jika berada di sisipan, contohnya –el-, -er-, -em-,    -in-, dan –e- ; 3. Jika berada di akhiran, contohnya –i, -kan, -nya, dan –an ; 4. Gabungan awalan dan akhiran (konfiks), contohnya ke- an, ber- an, se- nya, pen- an dan per- an.

Karena menurut KBBI kata baku yang benar yaitu pukul yang berarti ketik (dengan sesuatu yang keras atau berat, dipakai juga dalam arti kiasan, jadi jika di beri imbuhan mem- akan menjadi memukul bukan mempukul. Karena bunyi- bunyi yang tajam seperti /k, p, t, s/, biasanya luluh bila diberi awalan (prefiks) meng-, mem-, pe- dan kata kata yang dapat melebur dan luluh. 

Contohnya jika kata pukul diberi imbuhan awalan (prefiks) me- maka akan menjadi kata memukul bukan mempukul, karena huruf “p” tersebut termasuk huruf atau bunyi tajam yang akan menjadi luluh jika di beri imbuhan awalan (prefiks) me-. Contoh lainya seperti kata tangkap jika diberi imbuhan me- akan menjadi menangkap. 

Jadi dari penjelasan dan contoh di atas, kata yang benar yaitu memukul bukan mempukul, karena huruf “p” termasuk kedalam bunyi tajam. Jadi kalian semua tidak keliru lagi dan dapat membedakan juga mana kata yang benar jika diberi imbuhan dan kata yang salah. 


Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Afiks

Pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI)

Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI)


Komentar